PTM Terbatas Jauh Lebih Efektif?

PTM Terbatas Jauh Lebih Efektif?

Penulis : Tania Nur Andini

Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Wajar saja jika pandemi ini memberikan banyak perubahan baru terhadap sistem kehidupan dalam berbagai sektor. Baik sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi turut merasakan dampaknya. Perlu diketahui jika sektor pendidikan sebagai investasi penting untuk manusia dan ekonomi Indonesia di masa depan.

Sudah jelas bahwa penyebaran Covid-19 memberikan dampak besar bagi pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), menghendaki agar seluruh peserta didik bisa mendapatkan layanan pendidikan yang optimal namun tetap mengutamakan protokol kesehatan guna memutus rantai Covid-19 semaksimal mungkin. Diterapkannya berbagai peraturan baru dan pembatasan membuat kegiatan pembelajaran di sekolah berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau yang bisa disebut PJJ.

Berawal dari libur dua minggu membuat para siswa juga tenaga pendidik keresahan. Perubahan sistem pembelajaran yang mendadak membuat berbagai pihak kesulitan, dikarenakan perlunya persiapan matang untuk melaksanakan pembelajaran secara online.  Pembelajaran secara online sama halnya dengan PJJ. Menurut Peraturan Menteri Nomor 7 tahun 2020, pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. PJJ diselenggarakan dengan bantuan beragam teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan menggunakan sumber belajar yang berbasis TIK juga. Beberapa contoh aplikasi penunjang yang digunakan adalah Zoom, Google Classroom, dan Learning Management System (LMS). Proses ini menuntut peserta didik dan pendidik untuk dapat beradaptasi dan melek teknologi.

Benarkah PJJ mempermudah pembelajaran dan dapat mengurangi jumlah orang yang gagap teknologi?

Nyatanya proses transisi yang terjadi tidak mudah untuk dilaksanakan. Sudah lebih dari satu tahun kegiatan PJJ dilaksanakan, tetapi metode tersebut masih dinilai kurang efektif. Berbagai kendala dialami oleh para siswa. Kendala utama ialah sinyal dan kuota, sehingga berdampak pada perbedaan pelaksanaan pembelajaran di setiap daerah. Apalagi masih terdapat ketimpangan akses dan teknologi di setiap daerah. Selain itu, kondisi rumah yang tidak kondusif dapat menghambat kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan PJJ juga cukup berpengaruh pada kualitas peserta didik, karena banyak guru yang harus berupaya memberikan nilai yang baik karena siswa tidak boleh tinggal kelas selama PJJ ini. Padahal masih ada siswa yang tidak mengumpulkan tugas dan mengikuti video conference. Seringkali tidak ada feedback yang diterima ketika PJJ. Selain itu, para siswa merasa bahwa PJJ jauh lebih melelahkan baik secara mental maupun fisik. Serta penyampaian materi yang tidak selaras dengan tugas yang diberikan.  Tugas tersebut diberikan dalam porsi banyak dan waktu yang singkat serta seringkali bersamaan dengan tugas mata pelajaran lain.  Meski demikian, sebagian orang menganggap bahwa waktu belajar ketika PJJ lebih fleksibel dan dapat diakses dengan mudah. Dikarenakan aplikasi pembelajaran dapat dibuka di mana dan kapan saja.

Seiring berjalannya waktu, terjadi penurunan jumlah kasus harian Covid-19. Keadaan yang mulai membaik ini mendorong Kemendikbud untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas sesuai protokol kesehatan. PTM terbatas merupakan upaya untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari dampak negatif Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara berkepanjangan. Jika tidak segera menerapkan PTM, generasi ini dikhawatirkan akan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalan. Sehingga, metode tersebut dinilai paling efektif untuk mengatasi masalah pendidikan saat ini.

Keputusan PTM bagi sekolah di wilayah PPKM level 1-3 ini menandakan sudah sudah ada indikator bagi suatu wilayah dianggap aman untuk melakukan interaksi. Meski demikian, PTM terbatas ini memerlukan pengawasan yang ketat dan evaluasi yang berkala. Walau hanya dua jam setiap harinya, paling tidak para siswa dapat kembali melaksanakan euforia pembelajaran di kelas. Pembelajaran Tatap Muka membuat siswa lebih mudah menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru karena komunikasi antara guru dan siswa menjadi lebih transparan. Siwa bisa bertanya secara langsung kepada guru, bertemu dengan teman, dan KBM pastinya lebih fokus dibanding ketika PJJ. Selain itu, orang tua tidak harus selalu mendampingi anaknya untuk memastikan pembelajaran lebih efektif dan efisien, seperti ketika PJJ sebelumnya. PTM terbatas juga memberikan dampak nyata bagi moral para siswa. Terbiasa belajar dari rumah membuat rasa malas semakin tinggi dan sikap disiplin yang semakin berkurang. Sehingga ketika PTM terbatas dilaksanakan, siswa menjadi lebih disiplin dan menghargai waktu karena para siswa dituntut harus mengikuti peraturan yang berlaku di sekolah. Terlepas berbagai keunggulan PTM terbatas, bagi sebagian orang tua biaya transportasi menjadi kendala. Serta KBM yang hanya beberapa jam membuat pembelajarannya tidak merata. Namun, dari berbagai aspek PTM terbatas memang langkah efektif untuk saat ini.

Sudah sepatutnyalah kita memaklumi pandemi Covid-19 ini. Namun, bukan berarti dunia pendidikan tidak mencoba untuk selangkah demi maju. Seperti yang sudah kita ketahui, PJJ dan PTM terbatas masih harus berjalan berdampingan. Kelebihan dan kekurangannya jelas kita alami. Namun, jika ditanya mana yang lebih efektif untuk memperbaiki kualitas peserta didik, jawabannya adalah PTM terbatas. Hal ini karena melihat kesiapan Indonesia dalam pelaksanaan PJJ yang masih dalam tahap proses pengembangan, sedangkan PTM yang sudah mampu dilaksanakan. Diharapkan ke depannya, KBM dapat dilaksanakan dengan baik beriringan dengan kondisi yang angsur membaik. Sehingga, kualitas pendidikan di Indonesia dapat jauh lebih baik lagi.

 

Komentar

  1. Teks yang dibuat oleh penulis sangat menarik, karena mengangkat tema yang sedang hangat diperbincangkan dan tengah terjadi di indonesia sehingga teks sangat informatif bagi pembacanya, bahasa yang digunakan cukup mudah dimengerti dan disertai bukti yang real, sehingga bagi para pembaca dapat menilai situasi saat ini terlebih dalam bidang pendidikan

    BalasHapus
  2. Teks esai yang dibuat tania bagus karena topik yang dibicarakannya juga sangat berkesinambungan dengan sistem pendidikan PJJ di masa sekarang yaitu pendidikan di masa pandemi covid sehingga membuat para pembaca tertarik untuk membacanya, teks esainya juga sudah sesuai struktur dan kaidah kebahasaan, bahasanyapun mudah dipahami, tania keren ! terus berkarya tann !

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dermaga Terakhir